Serius Tangani Kasus Perdagangan Orang, Kadis. PPPA Sumut Hadiri Rakornas TPPO

Jumat, 16 September 2022

Admin

Berita

Dibaca: 167 kali

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) telah berkomitmen untuk terus dan serius menagani Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), khususnya yang terjadi di Sumut. Untuk itu Kadis. PPPA Sumut Hj.Nurlela, SH, M.AP beserta para pejabat terkait di lingkungan Dinas PPPA Sumut menghadiri dan menjadi peserta aktif pada kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Rakornas GT PP TPPO) yang dilaksanakan oleh Kementerian PPPA RI di Serpong – Banten, 14 s.d 15 September 2022.

Acara yang mengambil tema “Optimalisasi dan Penguatan Kinerja Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO di Tingkat Pusat dan Daerah” ini dibuka secara resmi oleh  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopulhukam), Mahfud MD. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yang diwakili oleh Deputi Menteri PMK selaku Ketua 1 Tim GT TPPO Nasional.

 “Tindak Pidana Perdagangan Orang merupakan bentuk kejahatan serius yang harus mendapatkan perhatian besar dari kita semua. Laporan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat tahun 2021menyebutkan Indonesia menjadi salah satu negara asal utama perdagangan orang, dan pada tahapan tertentu, Indonesia juga menjadi negara tujuan serta negara transit dalam jalur perdagangan orang di dunia. Kasus TPPO banyak menyasar kelompok rentan seperti perempuan dan anak. Korban berasal dari desa yang dibawa ke kota besar dengan kondisi buta  lingkungan, buta situasi dan tidak terdidik karena buta pengetahuan yang akhirnya mengalami eksploitasi di luar negeri dengan iming-iming mendapat pekerjaan,” ujar Mahfud MD, selaku Ketua 2 Tim GT TPPO Nasional.

Beliau juga menegaskan bahwa kasus-kasus perdagangan orang harus mendapatkan perahtian lebih serius karena merupakan kejahatan luar biasa. 

Sementara itu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Puspayoga sekaligus sebagai Ketua Harian Tim GT TPPO Nasional menyampaikan bahwa saat ini modus terjadinya perdagangan orang semakin beragam.

“Pelaku perdagangan orang memanfaatkan penggunaan teknologi saat menjerat korban mulai dari proses perekrutan, misalnya melalui pemanfaatan media sosial.  Korban TPPO diperdagangkan untuk dijadikan pekerja, dikawinkan secara paksa atau dilacurkan, sampai dijadikan tentara bayaran. Pada korban anak-anak, seringkali ditawarkan dalam adopsi ilegal. Maka, dalam masa pandemi dimana banyak anak yang menjadi yatim dan/atau piatu serta perempuan terdampak hebat secara ekonomi, kita perlu memberikan perhatian khusus terhadap isu TPPO,” ungkap Menteri PPPA.

“Kami mendorong Pemerintah Daerah tingkat Provinsi untuk memfasilitasi pembentukan Gugus Tugas PP-TPPO tingkat kabupaten/kota, khususnya kabupaten/kota yang menjadi sending area korban perdagangan orang. Dengan adanya gugus tugas ini maka upaya pencegahan dan penanganan kasus perdagangan orang dapat dilakukan secara masif, terkoordinasi, dan lebih efektif. Saat ini masih ada 269 kabupaten/kota yang belum membentuk GT PP TPPO,” ujar Menteri PPPA.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah berkomitmen untuk memberantas perdagangan orang dengan menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2004 tentang Penghapusan Perdagangan (Traficking) Perempuan dan Anak yang saat ini sedang dalam proses revisi di DPRD Sumut. Selain itu, telah terbit Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 59 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Provinsi Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 54 Tahun 2010 tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Berita Terkait

Share

Kembali ke atas

ALUR PELAYANAN KORBAN


PPID


Berita



Jajak Pendapat

Apakah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah cukup memberikan informasi kepada publik?
Bagus
Kurang
Cukup Bagus
Sangat Bagus

Lihat

Statistik Pengunjung

  Online = 3
  Hari ini = 137
  Total = 242371