Kementerian PPPA & Dinas PPPA Provsu Latih Aktivis Anak "Pergunakan Internet Aman Untuk Anak"

Selasa, 14 Mei 2019

Admin

Berita

Dibaca: 36 kali

Anak perlu mendapat perlindungan dari dampak negatif, perkembangan pembangunan yang cepat, arus globalisasi di bidang komunikasi dan informasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan gaya dan cara hidup sebagian orang tua yang telah membawa perubahan sosial yang mendasar dalam kehidupan masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap nilai dan perilaku anak.    Dalam upaya menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara dimasa yang akan datang, peran anak sebagai tunas harapan dan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa memiliki peran strategis. Karena dalam diri anak melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Demikian hal yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provsu dalam memberikan kata sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan “Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Eksploitasi Seksual Anak Melalui Online (Internet Aman Untuk Anak) yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Data, Informasi Gender dan Anak Roima Harahap, S.Ag.

Kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan mekanisme pelibatan Aktifis PATBM serta anak dan orang muda agar mampu mendesimansikan ke aktor – aktor strategis, mendidik mereka agar memiliki keterampilan yang cukup dalam menangani permasalahan eksploitasi seksual anak ini dilaksanakan selama dua hari (9 s.d 10 Mei) di Hotel Swiss Bel International Medan.

Pelatihan ini diikuti lebih kurang 50 Orang yang terdiri dari :

  1. Aktivis PATBM Kab. Langkat dan Kota Pematang Siantar
  2. Fasilitator Daerah Kab. Langkat dan Kota Pematang Siantar
  3. Dinas PPPA Kab. Langkat dan Kota Pematang Siantar
  4. Dinas Kominfo Provsu
  5. Dinas Sosial Provsu
  6. Dinas Pendidikan Provsu
  7. P2TP2A Provsu
  8. PKPA Medan, dan relawan TIK

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dan fasilitator dari Pusat yaitu dari Kementerian PPPA RI, ECPAT Indonesia dan ICT Watch. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat menurunkan kasus kejahatan seksual terhadap anak yang dilakukan secara online.

Berita Terkait

Share

Kembali ke atas