RAPAT PENGELOLAAN DATA, PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PENYELENGGARAAN DATA KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK

Senin, 06 Mei 2019

Admin

Berita

Dibaca: 73 kali

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provsu melaksanakan Rapat Pengelolaan Data, Pemantauan, Evaluasi dan Penyelenggaraan Data Kekerasan Perempuan dan Anak, yang dilaksanakan di ruang F.L Tobing  Lantai 8 Kantor Gubsu dari tanggal 26 s.d. 30 April 2019 di Medan, diikuti oleh Dinas PPPA Kab/Kota dan Provsu serta UPTD-P2TP2A Provsu.

“Tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tindakan yang melanggar, menghambat, meniadakan dan mengabaikan Hak Asasi Manusia yang dalam hal ini perempuan dan anak”, hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, Ibu Afini, SE, dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provsu. “Kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di ranah public maupun domestic”, lanjutnya lagi.

Dijelaskannya lebih lanjut, walaupun upaya hokum untuk penghapusan bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak telah tersedia, namun pelaksanaannya masih mengalami kendala dan tantangan. Gambaran yang utuh tentang bentuk kekerasan juga belum dapat dibuat secara akurat, hal ini disebabkan banyak faktor antara lain masih rendahnya ketersediaan data korban, data kasus termasuk data layanan yang dilaksanakan oleh unit-unit layanan yang ada baik di provinsi maupun Kab/Kota. Pencatatan dan pelaporan data kekerasan di unit-unit layanan masih mengalami kendala antara lain format yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masing sehingga pencatatan dan pelaporan yang dilakukan belum terstandar di masing-masing Kab/Kota.

Di akhir sambutan beliau mengharapkan perhatian semua pemangku kepentingan baik pemerintah maupun unit-unit layanan yang ada agar dapat bekerjasama secara berjejaring guna meningkatkan layanan dan data perempuan dan anak korban kekerasan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk penyusunan, perencanaan dan pelaksanaan program/kegiatan pembangunan yang responsive terhadap permasalahan/kondisi yang ada.

Diharapkan melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam proses dan pencatatan serta pelaporan data kekerasan terhadap perempuan dan anak sehingga nantinya dapat dilakukan pemetaan atas korban, pelaku, bentuk kekerasan serta lokasi kejadian perkara yang pada gilirannya dapat meningkatkan pelayanan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan.

Berita Terkait

Share

Kembali ke atas